loader image
Pencarian Lanjutan

20 000 USD - 2 000 000 USD

kami menemukan 0 hasil
Hasil pencarian Anda

Otonan

dikirim oleh Carlos di 27/10/2020
| 0

Meskipun kalender Masehi umumnya digunakan oleh sebagian besar dunia, orang Bali juga mengikuti kalendernya sendiri. Ketika sebuah
Anak yang lahir orang tua juga akan mencatat tanggal pada kalender Bali dan merayakan kelahiran berdasarkan panca wara, sapta wara, dan wuku. Perayaan kelahiran disebut Otonan dan di banyak tempat, Otonan pertama akan dilakukan 210 hari setelah bayi lahir. Upacara biasanya dilakukan di rumah, namun Otonan pertama biasanya dibuat lebih istimewa dan meriah. Kata Otonan berasal dari bahasa Jawa kuno yang diserap ke dalam bahasa Bali yaitu wetu. Itu berarti lahir, (menjadi) keluar, atau menjadi. Kata ini kemudian menjadi “oton” dan berkembang menjadi “otonan”.

Perayaan pertama akan mengundang pemangku, para pendeta Bali, bersama anggota keluarga lainnya. Pemangku akan memimpin sholat
untuk seluruh otonan. Doa tersebut tidak hanya untuk membersihkan orang tua dan bayi tetapi juga untuk mendoakan leluhur mereka karena masyarakat Bali percaya pada reinkarnasi di antara saudara mereka. Ritual pemotongan rambut (mepetik) dilakukan sebagai simbol pembersihan bayi baru lahir dari kesialan pada upacara pertama. Ketika otonan berbarengan dengan tanggal penting lainnya, seperti Purnama (bulan purnama) atau Galungan, atau Kuningan, maka akan dirayakan dengan lebih meriah. Orang Bali mementingkan otonan dan selalu merayakannya bahkan ketika orang tersebut bertambah tua untuk menunjukkan rasa syukur mereka kepada berkah Tuhan. Sesaji untuk Otonan tidak harus mewah, dan biasanya berbeda berdasarkan adat di satu tempat.

Bandingkan Daftar

ada pertanyaan ? Silahkan hubungi Team kami melalui WhatsApp