Pencarian Lanjutan

50 000 USD - 2 000 000 USD

kami menemukan 0 hasil
Hasil pencarian Anda

Nyepi

dikirim oleh Carlos di 27/10/2020
| 0

Nyepi atau yang dikenal sebagai hari hening adalah Tahun Baru Hindu menurut penanggalan Saka (lunar). Berbeda dengan perayaan Tahun Baru setiap tanggal 1 Januari setelah kalender Masehi yang dirayakan dengan kemeriahan penuh, Tahun Baru Saka dirayakan dengan hening. Tidak ada kegiatan di luar rumah yang diperbolehkan selama hari ini, semua layanan publik kecuali rumah sakit akan ditutup. Pada saat Nyepi semua umat Hindu dilarang melakukan beberapa kegiatan seperti “Amati Geni”, artinya tidak ada api yang dilambangkan dengan tidak menyalakan lampu pada saat Nyepi, “Amati Lelanguan” tidak rusuh atau menyenangkan, kemudian “Amati Lelungan” tidak diperbolehkan bepergian , dan “Amati Karya” yang dilarang bekerja.

Seperti yang mungkin sudah kalian ketahui, hari raya Nyepi berikutnya adalah pada tanggal 25 Maret 2020.

Nyepi adalah hari yang sangat spesial bagi masyarakat Bali. Mereka percaya bahwa pada hari ini jika pulau itu sunyi dan gelap (terlihat seperti tidak berpenghuni), roh jahat akan pergi dan Tahun Baru akan dimulai dengan damai. Malam hari sebelum Nyepi Anda akan dapat melihat upacara tradisional yaitu parade Ogoh – Ogoh (monster yang terbuat dari bambu dan papier-mâché) dan terkadang kembang api. Setelah pawai, orang biasanya kembali ke rumah mereka dan menikmati ketenangan selama 24 jam berikutnya.

Di hari yang sakral ini, Anda akan mengalami hari yang sunyi dengan banyak keterkaitan dengan alam. Anda akan mendengar suara alam lebih dari biasanya. Di malam hari, Anda akan melihat milyaran bintang di langit Bali. Anda akan melihat bintang-bintang yang tidak dapat Anda lihat setiap malam, Bima Sakti. Sungguh menakjubkan …

Selama 24 jam (6 pagi sampai 6 pagi keesokan harinya) tidak ada yang diizinkan pergi ke jalan atau di luar vila, mendengarkan musik atau TV dengan keras atau membuat kebisingan; ingatlah untuk menjaga tingkat suara serendah mungkin. Penggunaan cahaya juga dibatasi terutama di area terbuka. Penjaga adat Bali (Pecalang) berpatroli di jalan-jalan untuk memastikan aturan dipatuhi. Anda dapat menggunakan cahaya redup di kamar tidur tetapi jangan lupa untuk menutup tirai dengan benar, dan periksa apakah semua lampu di luar sudah mati sebelum malam tiba. Ikuti saja aturan sederhana ini dan alami hari paling damai di dunia.

Ada beberapa rangkaian upacara yang dilakukan oleh umat Hindu khususnya di Bali menjelang hari raya Nyepi.

Melasti
Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan pengudusan dengan melakukan upacara Melasti yang bisa juga disebut Melis / Mekiyis. Pada hari itu, persembahyangan dan pemujaan di pura akan diarak untuk prosesi di pantai atau danau dengan tujuan menyucikan semua leteh (dosa) dalam diri manusia dan alam.

Sehari sebelum Nyepi, pada “Tilem Sasih Kesanga” (bulan wafat ke-9), umat Hindu akan melaksanakan upacara Bhuta Yadnya di semua lapisan masyarakat, dengan mengikuti Caru (sesaji) sesuai dengan kemampuannya. Tujuannya adalah pengudusan Bhuta Kala (roh jahat) dan berharap semua (dosa) dimaafkan. Upacara Bhuta Yadnya ditujukan kepada Sang Bhuta Raja, Bhuta Kala, dan Bhatara Kala, memohon agar mereka tidak mengganggu manusia.

Pengrupukan
Upacara selanjutnya adalah Pengerupukan. Dalam upacara ini, masyarakat akan menyebarkan padi, menyalakan semua lampu di dalam rumah dan membuat api, dan pada saat yang sama memukul benda apapun untuk menimbulkan suara. Kegiatannya adalah mengusir Bhuta Kala (roh jahat) dari rumah, pekarangan, atau daerah sekitarnya. Di Bali, Pengerupukan akan dimeriahkan dengan Ogoh Ogoh (monster yang terbuat dari bambu dan kertas-mâché) manifestasi pawai Bhuta Kala akan dilakukan disekitar lingkungan dan di jalan, kemudian Ogoh Ogoh akan dibakar. Tujuannya sama, mengusir semua Bhuta Kala dari daerah sekitarnya.

Hari Raya Nyepi
Keesokan harinya, hari Tahun Baru menurut kalender lunar (tanggal 1, bulan ke 10), tibalah hari raya Nyepi. Tidak ada aktivitas selama 24 jam ke depan. Pada hari ini semua umat Hindu akan melaksanakan “Catur Brata Penyepian”, mereka percaya bahwa pada hari ini jika pulau sepi dan gelap (seperti tidak berpenghuni), roh jahat akan pergi dan tahun baru akan dimulai dengan damai.

Ngembak Geni (Ngembak Api)
Rangkaian terakhir perayaan Imlek adalah hari yang jatuh pada hari Geni Ngembak (hari ke-2 Tahun Baru). Pada hari ini seluruh umat Hindu akan mengunjungi keluarga, teman, dan tetangganya untuk saling mengucap syukur dan memaafkan, sehingga tahun baru akan dimulai dengan kehidupan baru karena semua manusia sebagai ciptaan Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan) haruslah demikian. saling mencintai, memaafkan segala kesalahan dan kesalahan, oleh karena itu dapat hidup rukun dan damai.

Bandingkan Daftar

A question ? Easily have a chat with us via WhatsApp