Pencarian Lanjutan

50 000 USD - 2 000 000 USD

kami menemukan 0 hasil
Hasil pencarian Anda

Ngaben

dikirim oleh Carlos di 27/10/2020
| 0

Upacara adat Bali yang dikenal dengan Ngaben merupakan salah satu upacara penting di Bali. Rangkaian Upacara Pitra Yadnya merupakan upacara yang diadakan untuk mendiang. Makna dari upacara tersebut adalah menyucikan jiwa (atma) orang yang telah meninggal tersebut. Sebagai bentuk penyucian jiwa, rangkaian prosesi kremasi digelar. Ngaben sendiri merupakan sebuah ritual yang bersumber dari akulturasi antara agama Hindu dan adat Bali. Di beberapa daerah di Bali, upacara seringkali tidak dalam urutan yang sama tetapi selalu memiliki makna dan esensi yang sama. Hal seperti ini biasa terjadi karena disesuaikan dengan kepercayaan masyarakat yang dikenal dengan Desa Kala Patra atau diterjemahkan sebagai Tempat, Waktu, dan Keadaan.

Ritual pada umumnya dilakukan oleh kerabat orang yang telah meninggal dunia. Ritual tersebut juga bisa dijadikan sebagai bentuk pengabdian kepada orang tua. Upacara biasanya dilakukan dengan riang dan tanpa rasa duka dari kerabat. Hal ini karena masyarakat Bali percaya bahwa kita tidak boleh berduka atas orang yang sudah meninggal, karena akan menghalangi orang mati untuk pergi ke “tempat” berikutnya. Selain itu, sebuah kepercayaan di Bali juga menyebutkan bahwa almarhum sebenarnya tidak pergi karena akan bereinkarnasi menjadi salah satu kerabatnya.

Ngaben atau yang dikenal juga dengan upacara Pelebon dianggap sangat ramai, meriah, dan juga sangat penting, karena upacara tersebut merupakan salah satu cara untuk melepaskan roh orang-orang yang telah meninggal dunia dari ikatan duniawi. Dengan upacara ini, jiwa bisa masuk surga atau kembali ke dunia dengan reinkarnasi. Perjalanan mereka selanjutnya bergantung pada Karma saat mereka masih hidup. Kremasi tidak selalu dilakukan dengan segera. Bagi mereka yang berasal dari kasta yang lebih tinggi, upacara biasanya akan dilakukan dalam waktu 3 hari setelah kematian. Namun bagi mereka yang berasal dari kasta yang lebih rendah mungkin memerlukan waktu yang lebih lama untuk mempersiapkan upacaranya sehingga dilakukan beberapa waktu kemudian. Jenazah boleh dimakamkan terlebih dahulu, kemudian akan dilakukan upacara ngaben secara massal di masyarakat setempat nantinya.

Sebelum pelaksanaan acara utama pada Upacara Kremasi, keluarga dan kerabat akan memberikan persembahan terakhir kepada almarhum dengan cara melaksanakan shalat agar arwah dapat diterima di tempat yang baik. Setelah itu, jenazah ditempatkan di “Bade” kemudian dibawa ke kuburan dan diarak ke tempat upacara diadakan. Dalam perjalanannya prosesi ini diiringi musik gamelan dan diikuti oleh seluruh keluarga dan masyarakat desa.

Jadwal Ngaben tidak bisa diprediksi, mohon hubungi operator tur setempat untuk informasi jika Anda memiliki rencana untuk menambahkan ritual ini sebagai salah satu itinerary perjalanan Anda.

Bandingkan Daftar

A question ? Easily have a chat with us via WhatsApp