Pencarian Lanjutan

50 000 USD - 2 000 000 USD

kami menemukan 0 hasil
Hasil pencarian Anda

Mekotek

dikirim oleh Carlos di 27/10/2020
| 0

Menghindari Kesialan di Bali dengan Mekotek

Jika Anda kebetulan mengunjungi Bali di Kuningan, Anda mungkin bisa melihat acara khusus di Mengwi. Desa Munggu yang terletak di Mengwi memiliki tradisi unik di hari Kuningan. Mekotek atau yang juga dikenal dengan Grebeg Mekotek pada awalnya dibuat sebagai perayaan penyambutan tentara Kerajaan Mengwi yang mengalahkan Kerajaan Blambangan. Seiring berjalannya waktu menjadi tradisi yang dilakukan setiap 210 hari di Munggu. Pemerintah Belanda pada masa penjajahan berusaha menghentikan tradisi ini, namun wabah penyakit melanda desa tersebut. Akhirnya pemerintah memperbolehkan upacara lagi, tetapi tombak yang biasa digunakan di Mekotek harus diubah menjadi kayu. Nama itu berasal dari suara ketika hutan saling mengetuk “tek… tek… tek”. Hingga hari ini, Mekotek masih dijalankan untuk menghindari kemalangan, mencari berkah bagi desa, dan menghormati tentara yang tewas dalam peperangan. Tradisi unik ini juga mampu mempererat tali silaturahmi antar warga desa, khususnya yang berpartisipasi.

Sebelum Mekotek selesai, doa akan dilakukan di Pura Puseh Munggu. Penduduk desa kemudian berjalan mengelilingi desa memegang kayu dan kemudian berkumpul lagi di Pura Puseh untuk melakukan Mekotek. Tradisi ini dilakukan oleh laki-laki di desa, dari usia muda hingga tua. Setiap peserta membawa kayu sepanjang 3,5 meter dan dibagi kepada sekitar 50 kelompok orang. Kelompok-kelompok ini nantinya akan menyatukan hutan mereka dan satu orang pemberani akan mencoba untuk memanjatnya. Orang di atas akan memberikan perintah dan semangat untuk grupnya agar dia bisa bertahan di atas untuk waktu yang lama. Mekotek dinobatkan sebagai warisan budaya takbenda nasional oleh pemerintah Indonesia.

Bandingkan Daftar

A question ? Easily have a chat with us via WhatsApp