Beranda » artikel » Nyepi

Nyepi


Nyepi adalah sebutan dari peringatan Tahun Baru Hindu sesuai kalender Saka (kalender bulan). Berbeda dengan perayaan Tahun Baru setiap tanggal 1 Januari mengikuti kalender masehi yang dirayakan dalam suasana meriah, Tahun Baru Saka dirayakan dengan keheningan. Tidak ada kegiatan luar rumah yang diperbolehkan selama hari ini, semua pelayanan publik kecuali rumah sakit akan ditutup. Selama Nyepi semua orang Hindu tidak diperbolehkan melakukan beberapa kegiatan, seperti "Amati Geni" (tidak ada api, dilambangkan dengan tidak menyalakan lampu saat Nyepi), "Amati Lelanguan" (tidak ada kemeriahan, "Amati Lelungan" (tidak melakukan perjalanan), dan "Amati Karya" (tidak diperbolehkan bekerja).

Ada beberapa rangkaian upacara yang dilakukan oleh umat Hindu terutama di Bali sebelum hari Nyepi.

Melasti
Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu akan melakukan penyucian dengan melakukan upacara Melasti yang bisa disebut juga dengan istilah Melis / Mekiyis. Pada hari itu, ibadah akan dilakukan di pura setelah melalui proses arak-arakan menuju laut/pantai, dengan tujuan untuk menyucikan semua leteh (dosa) manusia dan alam.

Sehari sebelum Nyepi, selama "Tilem Sasih Kesanga" (bulan mati ke-9), umat Hindu akan melakukan upacara Bhuta Yadnya di semua lapisan masyarakat, dengan berperan dalam memberikan persembahan sesuai kemampuan. Tujuan Bhuta Yadnya ini adalah untuk penyucian Bhuta Kala (roh jahat) dan berharap agar semua leteh (dosa) dimaafkan. Upacara Bhuta Yadnya ditujukan kepada Sang Bhuta Raja, Bhuta Kala dan Bhatara Kala, memohon agar mereka tidak mengganggu orang.

Pengrupukan
Upacara selanjutnya adalah Pengerupukan. Selama upacara ini masyarakat akan menyebarkan beras, menyalakan semua lampu di rumah dan membuat api, dan pada saat yang sama memukul benda untuk menimbulkan kebisingan. Tujuannya adalah mengusir Bhuta Kala (roh jahat) dari rumah, halaman atau daerah sekitarnya.
Di Bali, Pengerupukan akan dirayakan dengan parade Ogoh Ogoh (monster yang terbuat dari bambu dan styrofoam) sebagai perwujudan dari Bhuta Kala. Parade akan dilakukan di sekitar lingkungan tempat tinggal dan di jalan besar. Ogoh Ogoh akan dibakar di akhir parade. Tujuannya sama, untuk mengusir semua Bhuta Kala dari daerah sekitarnya.

Hari Raya Nyepi
Keesokan harinya, hari Tahun Baru menurut kalender lunar (tanggal 1, bulan ke 10), adalah Hari Raya Nyepi. Tidak ada kegiatan selama 24 jam ke depan. Pada hari ini semua orang Hindu akan menerapkan "Catur Brata Penyepian". Mereka percaya bahwa pada hari ini jika pulau Bali sepi dan gelap, roh jahat akan menganggap Bali tidak berpenghuni dan pergi sehingga Tahun Baru akan dimulai dengan damai.

Ngembak Geni (Ngembak Api)
Seri terakhir dari perayaan Hari Raya Nyepi adalah hari Geni Ngembak (hari ke 2 Tahun Baru). Pada hari ini semua umat Hindu akan mengunjungi keluarga, teman dan tetangga mereka untuk bersyukur dan saling memaafkan satu sama lain, sehingga tahun baru akan dimulai dengan kehidupan baru karena semua manusia sebagai ciptaan Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan) harus menjadi saling mencintai dan memaafkan semua kesalahan sehingga bisa hidup harmonis dan damai.