Beranda » artikel » Ngaben

Ngaben


Upacara Bali yang dikenal dengan Ngaben adalah salah satu upacara penting di Bali. Ngaben merupakan satu dari serangkaian upacara Pitra Yadnya, upacara yang diadakan untuk orang yang sudah meninggal. Arti dari upacara tersebut adalah untuk memurnikan roh (atma) orang yang meninggal. Sebagai bentuk pemurnian roh, serangkaian prosesi kremasi diadakan. Ngaben sendiri merupakan ritual yang berasal dari akulturasi antara Hinduisme dan adat istiadat Bali. Di beberapa daerah di Bali, upacara ini seringkali tidak dalam urutan yang sama namun selalu memiliki makna yang sama. Hal-hal seperti ini biasa terjadi karena disesuaikan dengan kepercayaan lokal yang dikenal dengan Desa Kala Patra atau diterjemahkan sebagai Tempat, Waktu dan Keadaan.

Ngaben pada umumnya dilakukan oleh kerabat orang yang telah meninggal dunia. Upacara Ngaben juga bisa dijadikan bentuk pengabdian kepada orang tua. Upacara biasanya dilakukan dengan menyenangkan dan tanpa rasa duka dari keluarga. Ini karena orang Bali percaya bahwa kita seharusnya tidak berkabung untuk orang-orang yang sudah meninggal, karena akan menghalangi si meninggal untuk pergi ke "tempat" berikutnya. Selain itu, kepercayaan di Bali juga mengatakan bahwa orang yang meninggal tersebut tidak benar-benar pergi karena mereka akan bereinkarnasi sebagai salah satu kerabat mereka.

Ngaben atau yang dikenal juga sebagai upacara Pelebon dianggap sangat ramai, semarak dan juga sangat penting, hal itu karena upacara tersebut merupakan proses pelepasan jiwa dari si meninggal dari segala ikatan duniawi. Dengan upacara ini, jiwa dari orang yang di-Ngaben bisa masuk surga atau kembali ke dunia melalui proses reinkarnasi. Perjalanan mereka selanjutnya tergantung pada Karma saat mereka masih hidup. Proses Kremasi dalam ritual Ngaben tidak selalu terjadi segera. Bagi mereka yang berada di kasta yang lebih tinggi, upacara biasanya akan dilakukan dalam 3 hari setelah kematian. Tapi bagi mereka yang berada di kasta lebih rendah, diperlukan waktu lebih lama untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Oleh karena itu, upacara tersebut dilakukan beberapa saat kemudian. Jenazah bisa dimakamkan terlebih dahulu, kemudian proses kremasi nantinya akan digelar secara massal di masyarakat setempat.

Sebelum pelaksanaan acara utama dalam upacara kremasi, keluarga dan kerabat akan memberikan penghormatan terakhir mereka kepada almarhum dengan berdoa supaya roh tersebut akan diterima di tempat yang baik. Setelah itu, jenazah diletakkan di "Bade" lalu dibawa beriringan ke tempat upacara diadakan. Sepanjang jalan, prosesi ini akan disertai dengan musik gamelan dan diikuti oleh seluruh keluarga dan masyarakat desa.

Jadwal Ngaben tidak dapat diprediksi, hubungi operator tur setempat untuk mendapatkan informasi jika Anda berencana menambahkan ritual ini sebagai salah satu daftar hal yang harus Anda saksikan pada perjalanan Anda di Bali.